Dari Cerita Mistis Hingga Banjir, Ini Kisah Jembatan Lobu Banggai Yang Perlu Diketahui

Dani Febrian
· 2 tahun yang lalu · 16 min read
Dari Cerita Mistis Hingga Banjir, Ini Kisah Jembatan Lobu Banggai yang Perlu Diketahui

Halo apakah kamu pernah menyaksikan film berjudul “The Bridges of Madison Country” yang dirilis pada tahun 1995? Jika iya, kamu yang sedang mengunjungi Daerah Banggai, Sulawesi Tengah temana-teman akan menjumpai replikanya yaitu Jembatan Lobu Banggai.

Jembatan lobu merupakan salah satu jembatan peninggalan Belanda yang masi kokoh berdiri hingga saat ini. Jembatan tersebut kononya di bangun Tahun 1940 atau bisa dibilang sudah berumur 83 Tahun lamanya. Jembatan ini terletak di Desa Lobu Kecamatan Lobu Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Dulunya Desa lobu ini masi satu Kecamatan dengan Kecamatan Pagimana yang merupakan salah satu tempat Pelabuhan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk yaitu Pelabuhan Pagimana.

Entah dibilang unik atau justru mistis, banyak cerita menaraik dibalik jembatan lobu tersebut yang mungkin sudah menjadi Sejarah sampai saat ini. Menurut masyrakat setempat, jembatan ini ditopang oleh enam tiang yang konon tiang-tiang penopang ini bukan tiang biasa. Tiang-tiang yang digunakan untuk menopang jembatan ini sebenarnya merupakan tumbal dalam bentuk manusia.

Tumbal ini dikatakan mampu memperkokoh jembatan sehingga akan selalu berdiri dengan kuat sepanjang waktu atau tidak using dimakan jaman. Beberapa masyarakat lokal pun mempercayai mitos ini karena sudah terbukti jembatan yang sudah berdiri puluhan tahun lalu tetap berdiri dengan kokoh hingga saat ini. Padahal jeabatan ini sering diterjang banjir bandang yang besar namun tanpa ada tanda-tanda kerusakan terhadap jembatan tersebut.

Konon katanya, dulu ada wanita yang dengan sengaja dijadikan sebagai tumbal dan ditanam di jembatan sesuai dengan jumlah tiang yang menopangnya. Dengan kisah yang begitu mistis ini membuat aura supranatural hadir di sekitar jembatan. Tak jarang beberapa masyarakat lokal atau pengunjung yang melintas melihat sosok penampakan wanita misterius. Wanita ini sering menampakkan diri menggunakan baju warna merah dan muncul secara tiba-tiba.

Meskipun masih berdiri kokoh dan bisa digunakan, namun jembatan dengan panjang 130 meter dan lebar 3 meter tersebut kini telah menjadi cagar budaya dan tidak lagi digunakan sebagai jalur utama. Hingga kini, jembatan ini belum juga dijadikan sebagai tempat wisata dikarenakan kisah mistis yang begitu lekat. Namun, meski belum diresmikan sebagai tempat wisata, jembatan ini selalu menarik perhatian siapapun yang melewatinya.

Jembatan ini juga dijadikan sebagai wahana pencarian jodoh bagi kaum remaja yang belum memiliki pasangan. Jembatan ini setiap bulan puasa Ramadan selalu setiap selesai sholat subuh dan lebaran Idul fitri banyak masyrakat yang sering berkungjung kejembatan tersebut untuk menikmati keindahan alam serta tentunya untuk mencari pasang. Tetapi percaya dan tidak percaya sudah banyak yang mendapatkan pasangan dan menikah setelah berkunjung ke jembatan tersebut.

Menarik bukan kisah urban legend dari Alifransi Sulaeman? Setelah menyusuri jembatan,kamu bisa menyebrang di pelabuhan Pagimana dengan tiket kapal untuk menikmati liburan di pulau Togean.