Gunung Ijen mempunyai ketinggian 2386 mdpl terletak di Kabupaten Banyuwangi. Gunung yang landai didaki ini, berada dalam gugusan Pegunungan Ijen, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Gunung Ijen terkenal dengan pemandangannya yang luar biasa dengan api biru menyala akibat sulfur yang dihasilkan gunung ini.
Setelah menghabiskan waktu di Bali dan memesan tiket kapal melalui aplikasi Ferizy, kami bergegas menuju Pelabuhan Gilimanuk membawa kendaraan dan tiba di Pelabuhan Ketapang pukul 9:30 malam, Setelah berkemas, kami lanjutkan perjalanan menuju kawah Ijen. Sekitar pukul sebelas malam,kami menempuh perjalanan di medan berat menuju kawah ijen. Jarak tempuh sekitar 1 jam menuju pintu masuk Kawah Ijen.
Menurut perkiraan kami, butuh waktu dua jam berjalan kaki untuk mencapai lokasi. Saat waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari, kami menyiapkan jaket, sarung tangan, kupluk dan hidung – apapun yang bisa membuat hangat di udara yang dingin menusuk. Jalan menanjak dan yang bercabang dan udara dingin menghiasi perjalanan kami menanjak gunung ini.
Pendakian ini dimulai dari jalur rapi kemudian berganti dengan jalur tanah. Di sepanjang perjalanan sudah banyak terlihat pendaki yang juga menuju Kawah Ijen. Ada yang beristirahat karena lelah, ada juga yang menunggu teman yang tertinggal. Jalur pendakian sebenarnya sangat mudah, jalur tanah dengan kemiringan 20 derajat yang secara bertahap menanjak.
Akhirnya kami memenuhi hasrat menuju ke puncak dan menikmati api biru di kawah ijen. Kami terkesima dengan pemandangan yang terhampar elok. Pegunungan Ijen dengan bongkahan kawahnya masih aktif mengeluarkan asap dan api biru di saat matahari belum muncul. Dengan suhu hanya sekitar 10 derajat celcius dan asap belerang, perjalanan panjang menjadi menantang. Meski menguras stamina untuk menuju ke sana, pemandangan cantiknya tidak akan bisa terlupakan selamanya. Sungguh sempurna!
Untuk menikmati petualangan-petualangan berikutnya, ikuti terus artikel seru lainnya di ferryasyik.com