Saat ini, dunia perfilman Indonesia tengah di puncak kepamoran dan memiliki kredibilitas tinggi sejak beberapa sutradara muda mencoba untuk mendobrak sesuatu yang baru. Beberapa sutradara muda seperti Joko Anwar, Timo Tjahyanto, hingga Wregas (yang telah tampil di Festival Film Cannes) pun melakukan dobrakan film hingga pecinta film Indonesia terhibur.
Bagi Anda pecinta dunia perfilman dan tengah ingin membangun bisnis di dunia film namun belum tahu langkah yang tepat, jangan khawatir. Dalam artikel ini Anda akan diberikan beberapa informasi mengenai langkah yang tepat dalam membangun production house yang tepat sehingga Anda tidak kehilangan arah ketika membangun bisnis ini.
Langkah Awal Membangun Bisnis Film
Perusahaan film sama dengan perusahaan lainnya. Itu berarti tidak ada badan hukum khusus yang mengurus dunia perfilman ketika Anda ingin membangun perusahaan film. Untuk langkah awal membuat perusahaan film, Anda harus memilih nama yang belum digunakan perusahaan lain (menghindari hak cipta), mengontak badan hukum yang berkaitan, selain itu Anda juga dapat membuat website dan jga jejaring sosial untuk memperkenalkan bisnis Anda ini kepada umum.
Merancang Planning yang Presisi
Kesuksesan Anda dalam menjalankan perusahaan film Anda ditentukan oleh planning bisnis yang baik dan terencana. Segera tentukan cara distribusi film Anda, buat tim yang kompak disertai perencanaan matang menegnai bujet dan schedule, serta pikirkan berbagai langkah agar film Anda ini bisa memberi keuntungan bagi investor perusahaan Anda.
Mengumpulkan Bujet untuk Film
Banyak jalan untuk mengumpulkan uang untuk film Anda. Nah di sinilah planning bisnis Anda akan berperan besar. Anda bisa membawa planning Anda ke perusahaan produksi atau studio dan kerjasama dengan seorang produser. Tidak hanya sampai di situ saja, Anda juga dapat mencari funding dari produk atau jasa (placement), mencari investor, dan memebuat crowdfunding. Selain itu Anda juga dapat meminjam modal dan sebagai bentuk mendapatkan bujet untuk film.
Tim Pembuatan Film
Tentu Anda sudah tahu bahwa dalam pengerjaan film tidak bisa dikerjakan sendirian bukan? Pasti Anda membutuhkan beberapa personel untuk merealisasikan ide Anda yang masih dalam bentuk naskah. Setiap perusahaan film idealnya memiliki empat jabatan sesuai dengan jobdesc-nya masing-masing, yakni:
-Head of Development untuk mengerjakan naskah dan screenwriting;
-Head of Production untuk menentukan bujet dan menjadwal produksi;
-Head of Post-Production untuk mengurus proses editing;
-Head of Film Sales and Production untuk menentukan proses penjualan dan pemasaran film.
Distribusi Film
Bergelut di dunia perfilman tanpa strategi distribusi yang baik merupakan tindakan yang sangat buruk. Seiring perkembangan teknologi dan jenis media di era milenial saat ini membuat semakin banyaknya bermunculan filmmaker baru yang ingin ‘unjuk gigi’ di depan penikmat sineas. Oleh karena itu Anda harus jauh lebih kreatif lagi dalam memanfaatkan berbagai jenis media, misalnya seperti media sosial untuk mempromosikan film Anda, serta memanfaatkan fitur online ticketing untuk mendapatkan uang.
Selain itu Anda juga perlu mendistribusikan ke bioskop-bioskop kecil yang menayangkan film-film indie sebagai bentuk distribusi dan juga marketing untuk memamerkan film Anda.