Sebagai penduduk di negeri yang cukup religius, kita kerap mengamalkan amal dan ibadah untuk Yang Maha Esa. Tak terkecuali saat berlibur, bagi kamu yang berjiwa relijius tentuakan memilih destinas-destinasi wisata yang agamis seperti masjid, gereja, vihara dan lainnya. Lalu dimana destinasi wisatra tersebut? Untuk memudahkan liburan maupun mendalami sisi religius Anda, Ferryasyik akan membawa ke daftar destinasi religi yang perlu dikunjungi.
Bukit Doa Masbait
Untuk melihat patung Yesus Memberkati secara jelas yang terdapat di puncak bukit, Anda harus dan merasakan tantangan dengan mendaki di Bukit Doa Masbait. Seperti diorama perjalanan Yesus dalam menyebarkan ajaran, terdapat lukisan maupun patung tentang mukjizat maupun event-event ikonik seperti perjamuan kudus menghiasi bukit yang memiliki ketinggian 300 meter di atas permukaan laut ini.
Saat Anda berada di Pulau Kei, pasir putih, laut biru akan menjadi pemandangan sehari-hari anda selama di Pulau Kei. Kini akses menuju Kei sekarang sudah lebih mudah melalui Kota Ambon menggunakan jasa penyebrangan kapal ferry, Anda cukup membeli tiket kapal lalu menyebrang dari pelabuhan Hunimua menuju pulau Kei
Masjid Raya Baiturrahman (Aceh)
Salah satu masjid terbesar di Indonesia ini merupakan tempat ibadah bersejarah seperti selamat dari salah satu bencana Tsunami terbesar di dunia pada tahun 2004 silam. Seperti yang diketahui tsunami tahun 2004 berpusat pada samudra Hindia dan meratakan negara-negara seperti India, Sri Lanka, Malaysia, Thailand hingga yang terparah, Indonesia. Namun hanya ada satu bangunan yang bisa bertahan dari gempuran ombak besar itu yakni Masjid Raya Baiturrahman. Masjid agung itu kini telah direnovasi memiliki cat warna putih dengan atap kubah berwarna hitam serta dikelilingi oleh tujuh menara. Selain itu terdapat kolam dengan ikan hias lengkap dengan pancuran beserta taman yang menghiasi di depan masjid sehingga membuat para pengunjung betah berlama-lama di masjid. Masjid Raya Baiturrahman diklaim sanggup memuat seribu orang untuk beribadah.
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang)
Masjid ini didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Gaya bangunan masjid ini mendapat pengaruh besar oleh tiga kebudayaan, yaitu Indonesia, Eropa, dan China. Gaya arsitektur Eropa-nya terlihat dari pintu gerbang masjid yang besar dan kokoh seperti yang kerap ditemukan pada gaya bangunan Eropa. Sedangkan gaya arsitektur Tiongkok terlihat pada bentuk atap serupa klenteng dan ujung menaranya berbentuk kerucut seperti tumpeng. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin dijadikan sebagai salah satu masjid nasional, serta cagar budaya di Palembang.
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah (Batam)
Masjid yang terbesar di Batam, bahkan bisa jadi masjid terbesar sumatra. Merupakan tempat destinasi terbaru untuk menarik wisatawan lokal dan internasional. Dirancang dengan peraduan Arab dan Melayu. Masjid yang berlokasi di Tanjung uncang ini, mampu menampung jamaah dengan kapasitas 24.536 orang. Masjid Sultan Mahmud ini di hiasi dengan 8 unit payung membran dengan tinggi 17 meter luas setia payung membran 25x25 meter. Area payung membran memiliki luas 54x108 meter (5.838 meter persegi) dan mampu menampung 8.100 jamaah di bawahnya.Tempat yang nyaman untuk bersantai sejenak sambil menunggu masuknya waktu shalat.
Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah juga dihiasi dengan 9 kubah di mana kubah utama berjumlah 1 buah dengan ukuran 46,42 M, kubah gendong masjid tersebut berjumlah 4 buah dengan ukuran masing-masing 13,5 meter dipercantik dengan 4 buah kubah kecil dengan ukuran masing-masing kubah 10,64 meter.
Colo & Masjid Sunan Muria (Kudus)
Saat Anda berkunjung ke Kudus, Anda wajib untuk menyambangi kawasan wisata di Colo Kudus. DIsana Anda akan merasa khusyuk ibadah di Masjid Sunan Muria yang berada di daerah perbukitan 1.600 meter di atas permukaan laut. Proses asimilasi juga terlihat di Masjid Sunan Muria yakni mihrab dan sejumlah dan benda-benda lain berunsur Tiongkok bisa ditemui saat beribadah
Proses perjalanan menuju Masjid Sunan Muria juga tak mudah , Anda harus menyusuri jalan sempit yang menanjak sekitar 3 km. Namun rasa lelah tersebut terbayar saat tiba di Masjid dan melihat pemandangan kota Kudus dan sekitarnya dari halaman masjid.