Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini cukup terkenal baik di dalam maupun di luar negeri. Selain menawarkan beragam tempat wisata menarik, Bangka Belitung juga memiliki kekayaan sejarah yang jarang diketahui orang. Di masa lampau, Pulau Bangka tak luput dari sejarahnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pulau ini pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan presiden Soekarno, tepatnya di Pesanggrahan Menumbing, Bangka Barat bersama para tokoh kemerdekaan lainnya. Mereka diasingkan pasca agresi militer II di Yogyakarta untuk membatasi hubungan dengan negara lain.
Masa pengasingan tahun 1948-1949 berperan menentukan arah perjalanan bangsa. Dalam masa pengasingan, para tokoh kemerdekaan sibuk mempersiapkan strategi untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Presiden Soekarno dan Menteri Luar Negeri Agus Salim dipindahkan diasingkan di Wisma Ranggam yang terletak di Muntok, Bangka Barat, mulai 5 Februari 1949. Sehingga, secara de facto, saat itu pemimpin utama Republik Indonesia ada di Bangka.
Pada bulan April 1949, Belanda sepakat untuk menyerah, tetapi mendesak untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah. Akhirnya, pada Desember 1949, utusan dari PBB yang dikenal Komisi Tiga Negara (KTN) menyerahkan pernyataan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Indonesia yang dihadiri pula oleh Soekarno. Pertemuan tersebut berlangsung di gedung yang sekarang menjadi Museum Timah Indonesia.
Selain kaya akan sejarahnya, Pulau Bangka juga kaya dengan alamnya. Bangka dikenal sebagai negeri penghasil timah dan lada terbesar di Indonesia. Timah di Pulau Bangka Belitung menyumbang sekitar 90% dari total produksi timah di Indonesia dan berperan sebagai bahan baku pembuatan smartphone di seluruh dunia. Pulau Bangka disebut-sebut sebagai kawasan sabuk timah Asia Tenggara yang menyebar dari daratan Thailand, Malaysia, Kepulauan Riau hingga ke Pulau Bangka dan Belitung.
Di samping timah, Bangka Belitung juga menjadi daerah penghasil lada terbesar di Indonesia. Sejak tahun 2014, Bangka Belitung menjadi daerah penghasil lada putih terbesar di dunia. Daerah ini mampu memegang kontrol pasar lada 37-40 persen secara global. Di dalam negeri, Bangka Belitung menyumbang sekitar 50 persen dari total hasil produksi lada. Bangka Belitung mampu menghasilkan lada terbanyak yaitu sebesar 33.810 ton. Produksi timah dan lada ini berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Membicarakan Bangka Belitung, kurang lengkap jika melewatkan pantainya. Bangka dan Belitung terkenal dengan jajaran lautnya yang indah. Pasir putih, air jernih, dan langit biru menjadi satu kesatuan yang memanjakan mata. Dari Palembang, kalian bisa menyeberang ke Bangka dengan kapal Ro-Ro milik ASDP. Pembelian tiket kapal dapat dilakukan di Pelabuhan Tanjung Api-Api. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam hingga sampai di Pelabuhan Tanjung Kalian Bangka. Per November 2023, ASDP Cabang Bangka akan memberlakukan online ticketing melalui Ferizy.com. Hal ini akan memudahkan pengguna jasa agar naik ferry makin easy. Adapun untuk menyeberang ke Belitung, kalian bisa menaiki kapal Ro-Ro milik ASDP dari Pelabuhan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Ruu di Belitung. Jadi, tunggu apalagi? Yuk jelajah ke Pulau Bangka dan Belitung!