Tips Memilih Oli/Pelumas Yang Cocok Untuk Mobil Kita

Dani Febrian
· 10 bulan yang lalu · 20 min read
Tips Memilih Oli/Pelumas  yang Cocok untuk Mobil Kita

Membahas tentang kebutuhan perawatan mobil, tentu tidak akan pernah ada habisnya, segala jenis perawatan layak dilakukan demi mobil kesayangan selalu dalam keadaan prima. Tetapi, untuk perawatan mobil rutin, satu hal yang tidak boleh terlupakan dan sangat penting adalah ketika tiba waktu untuk mengganti oli. Memilih jenis oli yang tepat menjadi . salah satu aspek penting untuk menunjang kesehatan mesin mobil kamu. 

Banyak kasus mesin harus mengalami kerusakan seperti keausan dinding silinder atau ring piston hanya karena kesalahan dalam memilih oli. Jika sudah demikian, maka mesin harus dibongkar dan kita harus siap keluar banyak biaya. 

Selain bisa melindungi mesin, pelumas ini juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan direkomendasikan untuk pemakaian sampai dengan 10.000 km. Sebelum memilih oli yang cocok untuk mobil kamu, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu kamu jadikan patokan dalam memilih oli mesin terbaik berikut ini. 

Harga dan kenali tipe oli

Kenapa harus harga yang pertama? Sebab banyak orang yang mengeluhkan mahalnya sebuah oli mesin. Meski begitu, ada harga, ada kualitas.

Sehingga sebelum kamu memastikan membeli oli, bandingkan antara kualitas yang tertera beserta harganya. Soal pilihan jenisnya, itu tergantung dari jenis mesin kamu. Kamu perlu  mempertimbangkan aspek teknologi dan rekomendasi oli pabrikan. 

Sebisa mungkin, jangan langsung tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh para pedagang. Pasalnya, bisa saja pelumas yang ditawarkan dengan harga jauh di bawah pasaran merupakan produk palsu. Itu sebabnya, kamu juga perlu memeriksa produk yang akan kamu beli terlebih dahulu dengan teliti.

Perhatikan tingkat kekentalan oli

Tips kedua yang perlu kamu tahu sebelum memilih oli mobil adalah memperhatikan tingkat kekentalan oli. Nah, tingkat kekentalan oli ini ditandai dengan SAE. SAE merupakan singkatan dari Society of Automotive Enginering yang merupakan badan penentu kekentalan oli mesin. Setiap oli pasti memiliki label SAE dengan kode 5W, 10W dan seterusnya. 

SAE menunjukan seberapa kental oli mesin tersebut, semakin mendekati nol maka oli semakin encer, dan semakin tinggi angka SAE maka semakin kental pula olinya.

Kesalahan dalam memilih SAE ini bisa berakibat fatal pada komponen mesin. Sebab, jika kita pakai oli yang lebih kental maka celah terkecil tidak mampu dilumasi sehingga memperbesar risiko keausan komponen. Oleh karena itu, kita harus jeli dalam memilih oli sesuai kebutuhan, di Indonesia yang beriklim tropis banyak menggunakan oli multigrade. 

Oli multigrade adalah oli dengan SAE yang bervariasi biasanya akan dilabeli SAE 5W-30 artinya kekentalan oli bervariasi antara 5W hingga 30. Pastikan kamu memilih jenis oli multigrade ini karena kekentalan oli dapat menyesuaikan suhu atau iklim.

Ketahui kode API

API adalah singkatan dari American Petrolium Institute yang merujuk pada tingkat kualitas suatu produk minyak. Pada oli mesin, biasanya selain dilabeli kode SAE juga dilabeli kode API, kamu pasti akan menemui kode API SG, API SN atau API CG. 

Kode pertama (S atau C) merupakan kode yang menunjukan bahwa oli tersebut dibuat untuk mesin apa, kode S untuk mesin bensin sementara kode C untuk diesel. Sementara huruf kedua (G atau N) menunjukan tingkat kualitas oli. Umumnya semakin bagus kualitas oli maka kodenya akan semakin jauh dari awal alpabet.

Dengan kata lain N lebih bagus dari G karena huruf N lebih jauh dari G. Jika nantinya ada kode lain setelah N misal R atau T maka itu akan semakin bagus.

Untuk mesin-mesin injeksi, pastikan kamu menggunakan oli dengan kode API SN karena di dalamnya sudah terkandung zat additif yang mampu mengurangi wear akibat gesekan pada mesin-mesin berteknologi tinggi. Oli SN juga biasanya sudah mengusung full syntethic, artinya 100 persen menggunakan bahan sintetis.