Sejarah: Perkembangan Produk dan Layanan ASDP
Perusahaan telah melintasi perjalanan waktu yang sangat panjang, diawali dengan berdirinya Proyek ASDP Ferry yang berada dibawah naungan Kementerian Perhubungan pada tanggal 27 Maret 1973, dan telah beberapa kali mengalami perubahan bentuk sampai dengan ditetapkannya menjadi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada tahun 1993.
Peran Perusahaan selama 5 dekade ini, terus mengalami perkembangan sejalan dengan dinamika kebutuhan dan harapan pengguna jasa serta pertumbuhan trafik penumpang, kendaraan dan barang. Perusahaan yang pada awalnya hanya melayani jasa penyeberangan dengan menyediakan infrastrukur dan fasilitas pelabuhan serta kapal penyeberangan, kini telah bertransformasi dengan memberikan berbagai macam pelayanan yang tidak hanya terbatas pada operasional kapal penyeberangan namun memberikan produk layanan maksimal kepada masyarakat dan pengguna jasa, mengedukasi dan menjaga konsistensi produk layanan, serta fasilitas dan layanan eksekutif dipelabuhan seperti yang sudah diterapkan di pelabuhan Merak dan Bakauheni
Trasformasi ASDP: Inovasi Bisnis dan Layanan
Struktur pendapatan usaha Perusahaan terdiri dari Pendapatan Usaha Penyeberangan dan Pendapatan Usaha Pelabuhan. Komposisi pendapatan usaha masih didominasi oleh Pendapatan Usaha Penyeberangan dan Pendapatan Usaha Pelabuhan. Tumbuhnya pendapatan tersebut bukan karena bisnis yang diciptakan oleh perusahaan. Perusahaan dalam hal ini hanya menampung, melayani dan mendapatkan bayaran dari pertumbuhan trafik yang terjadi. Fluktuasi produksi atau trafik penumpang, barang dan kendaraan terjadi diluar kontrol Perusahaan.
Kondisi ini yang kemudian menjadi salah satu latar belakang Perusahaan harus terus berinovasi mengembangkan ide-ide dan beradaptasi dalam merespon perubahan yang ada guna memenuhi kebutuhan pasar saat ini. Dalam 3 (tiga) tahun terakhir, Perusahaan telah melakukan inovasi bisnis dan layanan-nya diantaranya: Digitalisasi e-tiketing system (Ferizy), pembangunan kawasan wisata terintegrasi Bakauheni Harbour City (BHC), dan Akuisisi Perusahaan operator kapal ferry swasta PT Jembatan Nusantara.
Semua kegiatan Perusahaan dalam rangka transformasi, selalu harus diarahkan pada kemampuan untuk memberikan jaminan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Berikut merupakan stakeholder’s aspiration Perusahaan:
Keberhasilan transformasi juga sangat ditentukan dengan sejauhmana perusahaan mengenal, mengelola aspirasi dan memberikan layanan excellent kepada para stakeholders-nya. Perusahaan harus berubah menjadi service organization dan model bisnis ditransformasi dengan konsep layanan excellent yang ditujukan kepada 8 (delapan) stakeholders-nya.
Transformasi: Komitmen dan Perubahan Mindset
Transformasi tidak boleh hanya sekedar optimalisasi, tetapi memerlukan perubahan yang fundamental mulai dari cara pandang sampai kepada model bisnis yang diterapkan secara menyeluruh melalui pentahapan yang terencana baik dalam jangka waktu yang panjang. Perubahan orientasi ini tentu tidak sekedar perubahan penyebutan saja, tetapi dalam mewujudkannya membutuhkan upaya-upaya yang sistematis dari seluruh elemen perusahaan, mulai dari perubahan mindset sampai dengan berubahnya pola operasi dilapangan.
Transformasi tentunya memerlukan upaya yang luar biasa besar dan memakan waktu panjang. Percepatan proses transformasi dapat dilakukan melalui implementasi prinsip dasar I ASDP oleh segenap insan Perusahaan yang dipadukan dengan nilai AKHLAK sebagai insan BUMN.
Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberkati semua upaya kita untuk menjadikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai pengelola pelabuhan dan kapal penyeberangan kelas dunia (Going World Class).